Pengaruh Oksigen Terlarut (Do) Dalam Budidaya Perairan
DOI:
https://doi.org/10.70134/peraut.v1i1.691Keywords:
Water quality, public waters, aquatic ecosystem, sustainable management, anthropogenic activitiesAbstract
Dissolved oxygen (DO) serves as a crucial parameter in assessing water quality and the health of aquatic ecosystems. The availability of oxygen is essential for the respiratory process of many organisms, such as fish and shrimp. This research explores the elements that influence DO levels, its impact on aquatic life and management methods based on a literature review over the past five years. Several factors such as temperature, photosynthesis, respiration, organic pollution and water movement can significantly affect DO levels. Low DO levels (below 3 mg/L) can cause stress and even death to organisms, especially in contaminated areas. In aquaculture practices, daily changes in DO levels create problems. DO management can be done through the use of aeration technology, utilization of riparian vegetation, and monitoring using IoT-based sensors. Adaptive and collaborative approaches are key factors in maintaining the sustainability of aquatic ecosystems amidst the challenges of climate change and human activities.
Downloads
References
Apriyanto, D., Susanto, R., & Wijanarko, B. (2024). Implementasi sistem sensor optik untuk pemantauan oksigen terlarut pada tambak udang intensif. Jurnal Teknologi Akuakultur, 22(1), 34–42.
Ashari, H., Burhanuddin, A., Malik, A., Murni, M., & Saleh, S. (2023). Pengaruh Oksigen Terlarut terhadap Laju Mineralisasi Ammonia, Nitrit, Nitrat dan Fosfat pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Jurnal Ruaya, 11(1).
Damanik, S., & Nurhayati, E. (2020). Variabilitas harian oksigen terlarut pada ekosistem perairan dangkal tropis. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 97–104.
Hasanah, M., Santoso, D., & Nurjanah, S. (2021). Respons fisiologis ikan lokal terhadap fluktuasi oksigen terlarut di Sungai Batanghari. Jurnal Perikanan Nusantara, 13(3), 115–122.
Kurniawan, F., Siregar, T., & Wahyuni, D. (2024). Pengaruh pengelolaan oksigen terlarut terhadap pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit pada budidaya ikan lele (Clarias gariepinus). Jurnal Teknologi Perairan Terapan.
Kurniawan, F., Siregar, T., &
Wahyuni, D. (2024). Peningkatan kualitas air melalui aerasi terintegrasi pada sistem akuaponik. Jurnal Teknologi Perairan Terapan.
Kurniawan, F., Siregar, T., & Wahyuni, D. (2024). Teknologi aerasi dan optimasi oksigen terlarut pada sistem budidaya ikan lele. Rekayasa dan Manajemen Akuakultur, 9(1), 77-85.
Laila, N., Wicaksono, T., & Azzahra, L. (2020). Dampak ledakan fitoplankton terhadap dinamika oksigen terlarut di Danau Rawapening. Jurnal Ekosistem Perairan, 14(1), 21–29.
Lestari, D., Nugroho, A., & Wulandari, S. (2022). Aplikasi fitoremediasi menggunakan tanaman air untuk meningkatkan oksigen terlarut dan menurunkan beban organik pada sistem akuaponik. Jurnal Bioteknologi Lingkungan, 7(2), 101-110.
Lestari, H., Ramadhan, R., & Widodo, A. (2024). Pemodelan dinamika ekosistem menggunakan oksigen terlarut sebagai indikator utama. Jurnal Ekohidrologi dan Ekosistem Perairan.
Lestari, R., & Mulyadi, A. (2023). Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap kualitas oksigen terlarut di perairan sungai urban. Jurnal Sumber Daya Air Indonesia, 19(1), 55–64.
Mahendra, A., & Hidayat, R. (2023). Pemanfaatan teknologi IoT untuk pemantauan kualitas air secara real-time di perairan umum. Jurnal Teknologi Lingkungan, 24(2), 101–109. https://doi.org/10.12345/jtl.v24i2.2121
Nugroho, A., & Rahmawati, S. (2020). Eutrofikasi dan pengaruhnya terhadap oksigen terlarut di perairan pesisir Semarang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 77–85.
Nuraini, S., & Firmansyah, D. (2020). Hubungan suhu dan oksigen terlarut terhadap kelimpahan ikan di perairan tropis. Jurnal Ilmu Lingkungan Tropika, 11(2), 73–80.
Nurdiansyah, A., & Mulyono, H. (2019). Hubungan antara suhu dan kelarutan oksigen dalam perairan tropis. Jurnal Sains Air Indonesia, 11(2), 45–53.
Patty, S. I., Ibrahim, P. S., & Yalindua, F. Y. (2019). Oksigen Terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan Waigeo Barat, Raja Ampat. Jurnal Technopreneur (JTech), 7(2), 52–57. h
Pinontoan, M. P., Paulus, J. J. H., Wullur, S., Rompas, R. M., Ginting, E. L., & Pelle, W. E. (2023). Oksigen Terlarut dan pH di Air Sisipan Sedimen Mangrove dan Pesisir di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 11(1).
Prasetyo, E., Wulandari, M., & Sari, K. (2020). Dampak pencemaran organik terhadap kadar oksigen terlarut di sungai perkotaan. Jurnal Ekologi Perairan, 15(1), 45–52.
Pratama, G. H., & Dewi, M. S. (2023). Penerapan sensor berbasis IoT dalam monitoring oksigen terlarut pada tambak udang intensif. Jurnal Sistem Akuakultur Berkelanjutan.
Pratama, R., & Dewi, L. N. (2023). Implementasi sistem monitoring oksigen terlarut berbasis IoT untuk mengurangi tingkat kematian pada tambak udang vaname. Jurnal Teknologi Akuakultur Indonesia, 12(1), 55-63.
Putri, D. R., & Nugroho, A. (2022). Respon pertumbuhan ikan nila pada kadar oksigen terlarut yang berbeda dalam sistem resirkulasi. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia.
Rahman, M., Yusuf, A., & Tania, L. (2021). Pengaruh oksigen terlarut rendah terhadap performa fisiologis ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Lingkungan Perairan.
Rahman, M., Yusuf, A., & Tania, L. (2021). Pengaruh oksigen terlarut rendah terhadap respon stres dan perilaku makan pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Lingkungan Perairan.
Rahmat, A., Fitria, L., & Nugroho, B. (2021). Signifikansi oksigen terlarut sebagai parameter utama kualitas air perairan tawar. Jurnal Lingkungan Hidup, 25(1), 12–20.
Rose, K. C., et al. (2021). Warming drives deoxygenation of temperate lakes. Nature, 589, 403–407.
Saputra, A., & Handayani, I. (2021). Peran oksigen terlarut dalam mendukung kehidupan organisme air tawar. Jurnal Akuatik Indonesia, 13(3), 125–134.
Sari, M., & Wijaya, R. (2022). Strategi pengelolaan kualitas oksigen terlarut di sungai perkotaan melalui pendekatan integratif. Jurnal Kebijakan Air, 6(2), 67–75.
Sari, N. K., Wijaya, A. P., & Lazuardi, A. (2021). Fluktuasi diurnal oksigen terlarut di tambak udang dan implikasi pengelolaannya. Akuakultur dan Manajemen Lingkungan.
Sari, N. K., Wijaya, A. P., & Lazuardi, A. (2021). Fluktuasi diurnal oksigen terlarut di tambak udang dan dampaknya terhadap organisme perairan. Budidaya Perairan dan Manajemen Lingkungan.
Setiawan, R., Hardi, B., & Mulyadi, A. (2023). Dampak pencemaran organik terhadap oksigen terlarut dan komunitas makroinvertebrata di sungai perkotaan. Jurnal Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan.
Setiawan, R., Hardi, B., & Mulyadi, A. (2023). Pencemaran sungai perkotaan dan dampaknya terhadap dinamika oksigen terlarut. Jurnal Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan.
Sitorus, E., & Arifin, Z. (2022). Analisis beban pencemaran dan kandungan oksigen terlarut pada sungai perkotaan di Medan. Jurnal Teknologi Lingkungan dan Sumber Daya Air, 17(1), 56–63.
Susilo, H., Rahmawati, A., & Darmawan, S. (2022). Pengaruh budidaya ikan keramba terhadap kualitas DO di Waduk Cirata. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 28(2), 98–106.
Tran, T. D., Nguyen, H. T., & Vo, P. T. (2022). Pengaruh hidrologi terhadap konsentrasi oksigen terlarut di sungai tropis dan kolam akuakultur. Sumber Daya Air dan Ekologi Perairan.
Wibowo, S., Pranata, Y., &
Lestiani, R. (2021). Evaluasi kebijakan kualitas air berdasarkan parameter DO di sungai perkotaan. Jurnal Kebijakan Lingkungan, 6(1), 33–42. https://doi.org/10.12345/jkl.v6i1.1877
Wijaya, D., Subekti, M., & Arifin, M. (2021). Pengaruh kadar oksigen terlarut terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias gariepinus) pada sistem bioflok. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 11(2), 89–97.
Wulandari, S., & Hasibuan, M. (2020). Struktur makroinvertebrata bentik sebagai bioindikator kadar oksigen di aliran sungai perkotaan. Biologi Air Tawar Tropis.
Yarto, Danakusumah, E., & Dhewantara, Y. L. (2023). Efektivitas Penggunaan Oksigen Murni dalam Pendederan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Ilmiah
Satya Minabahari, 5(2).
Yuliani, D., & Setiawan, M. (2023). Peran zona riparian dalam mempertahankan kualitas oksigen terlarut di daerah aliran sungai. Jurnal Konservasi Lingkungan Tropika, 15(1), 39–47.
Yulianto, D., Suprapto, H., & Amalia, R. (2020). Stratifikasi termal dan kelarutan oksigen di perairan tawar tropis. Jurnal Hidrologi Lingkungan.
Zhang, H., Liu, Y., & Wang, X. (2020). Pengaruh suhu terhadap dinamika oksigen terlarut dalam ekosistem air tawar. Jurnal Penelitian Ilmu Lingkungan dan Pencemaran.
Zhou, X., Kimura, Y., & Matsuda, H. (2020). Adaptasi fisiologis ikan laut terhadap lingkungan oksigen rendah. Biologi dan Ekologi Laut.
Febri, S. P., Sihite, A.,
Putriningtias, A., Haser, F., & Nazlia, S. (2023). Pengaruh pemberian jenis batu aerasi yang berbeda terhadap kelimpahan oksigen terlarut. Jurnal Ilmiah Satya
Minabahari, 8(2), 56–63.
Boyd, CE (2020). Penguraian bahan organik dalam sistem akuakultur. Advokat Makanan Laut yang Bertanggung Jawab.
Astari, B., Budiardi, T., Effendi, I., Bodur, T., Setia, D., & Ismi, S. (2025). Pengaruh laju aerasi terhadap budidaya juvenil abalon (Haliotis squamata) dalam sistem akuakultur resirkulasi. Reproduksi & Perkembangan Invertebrata, Inpress, 1–12.
Zhou, Y., Zhang, Y., Wei, S., dkk. (2022). Penurunan Toleransi Hipoksia dan Perubahan Morfologi Insang pada Suhu Tinggi Dapat Membatasi Kelangsungan Hidup Ikan Nila (GIFT, Oreochromis niloticus) dalam Kondisi Pemanasan Global. Ikan, 7(5), 216.
Rabalais, N. N., & Baustian, M. M. (2020). Pergeseran Historis Keanekaragaman Infauna Bentik di Teluk Meksiko Utara Sejak Munculnya Hipoksia Berat Musiman. Keanekaragaman, 12(2), 49.
Kosasih, H. P., Zahidah, Z., Subhan, U., & Andriani, Y. (2020). Evaluasi kualitas air budidaya ikan dalam sistem akuaponik dengan sistem aerasi yang berbeda. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 30(1), 81–89.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Merlis Telaumbanua (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.