Analisis Tingkat Minat Pemuda Dalam Beternak Sapi Potong Di Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci

Authors

  • Fina Amelia Universitas Jambi Author
  • Bagus Pramusintho Universitas Jambi Author
  • Fatati Fatati Universitas Jambi Author

DOI:

https://doi.org/10.70134/jipena.v3i2.1509

Keywords:

youth interest, beef cattle farming, education, farming experience

Abstract

This study aimed to determine the level of youth interest in beef cattle farming and to analyze the relationship between socio-economic characteristics and youth interest in beef cattle farming in Kayu Aro District, Kerinci Regency. The research was conducted from April to May 2025 using a survey method. The respondents consisted of 38 young beef cattle farmers aged 16–30 years, selected through a census approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively using a Likert scale and inferentially using the Pearson Chi-Square test.The results showed that the level of youth interest in beef cattle farming was categorized as high, with an average score of 72.36%. The indicators of pleasure, attention, awareness, and willingness obtained scores of 71.57%, 72.76%, 70.39%, and 74.73%, respectively. The Pearson Chi-Square analysis indicated that education level (p = 0.049) and farming experience (p = 0.024) had significant relationships with youth interest in beef cattle farming, whereas livestock ownership (p = 0.432) showed no significant relationship. Education and farming experience were identified as important factors in enhancing youth participation in beef cattle farming.Keywords: youth interest; beef cattle farming; education; farming experience.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulsyani. 2002. Sosiologi: Skematika, Teori, dan Terapan. PT Bumi Aksara, Jakarta.

Herlina, N. 2002. Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian dan Peternakan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 1(2): 33–41.

Hidayat, R., Suryadi, U., dan Prasetyo, E. 2018. Pengaruh pengalaman beternak dan faktor sosial ekonomi terhadap minat peternak dalam usaha sapi potong. Jurnal Ilmu Peternakan, 13(2), 85–94.

Imran, A. 2017. Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Pengembangan Usaha Peternakan. Jurnal Ilmu Peternakan, 14(2): 75–82.

Indey, N., Sulistyana, S. M., dan Azizah, S. 2021. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda dalam usaha peternakan sapi potong di Dusun Krajan, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu Peternakan, 12(3), 150-161.

Januarharyono, Y. 2019. Peran Pemuda di Era Globalisasi. Ilmiah Magister Administrasi, 13(1), 1–9.

Kurnia, E., B. Riyanto, dan N. D. Kristanti. 2019. Pengaruh Umur, Pendidikan, Kepemilikan Ternak dan Lama Beternak Terhadap Perilaku Pembuatan Mol Isi Rumen Sapi di Kut Lembu Sura. Jurnal Penyuluhan Pembangunan. 1: 40- 50.

Kurniawan, M. E., R. R. Nur, Akbar, S., dan A. Syamsiar. 2018. Pengaruh Lama Beternak dan Banyaknya Ternak Terhadap Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. 193-197.

Nurdiyansah, I., Suherman, D., dan Putranto, H. D. 2020. Hubungan karakteristik peternak dengan kemampuan mengelola sapi perah di Kabupaten Kepahiang. Jurnal Buletin Peternakan Tropis, 7(3), 52-60.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta, Jakarta.

Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Suryana. 2011. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 30(1), 29–37.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 148, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069.

Winkel, W. S. 2004. Psikologi pendidikan dan evaluasi belajar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Published

2026-06-03