Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Dalam Berkas Perkara Isbat Nikah Dan Dampak Hukumnya

Authors

  • Syahmudin Hasibuan Institut Agama Islam Padang Lawas Author
  • Irham Shaleh Hasibuan Institut Agama Islam Padang Lawas Author
  • Husnul Yakin Matondang Institut Agama Islam Padang Lawas Author
  • Pahrul Hanapi Institut Agama Islam Padang Lawas Author
  • Nur Hakima Akhirani Nasution Institut Agama Islam Padang Lawas Author

DOI:

https://doi.org/10.70134/pakehum.v3i3.2316

Keywords:

language errors, marriage validation, case files, legal certainty, legal language

Abstract

Marriage validation (isbat nikah) case files are official documents relevant to state recognition of marital status; therefore, linguistic accuracy is closely related to legal certainty. This study aims to identify Indonesian language errors in isbat nikah case files involving residents of Tanjung Village, Ulu Barumun District, Padang Lawas Regency, and to analyze their possible legal implications. It employs a descriptive qualitative approach through document analysis based on the fifth edition of the Enhanced Indonesian Spelling Guidelines (EYD V) and Gustav Radbruch’s theory of legal certainty. The working dataset supplied for preparing this article comprises 15 case files from 2020–2023 and 48 recorded errors. Spelling and punctuation errors form the largest category, with 17 findings (35.4%). Six findings (12.5%) are classified as having a severe potential impact because they concern identity-data consistency and essential elements of the petition. Overall, the provisional coding indicates that language errors may reduce readability and, in certain circumstances, obscure information relevant to legal proof. The article recommends standardized document templates and cross-checking population data before filing. The corpus details and figures in this draft must be verified against the source documents before being treated as final research findings.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2017). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (Edisi keempat). Jakarta: Balai Pustaka.

Asista, & Suntara. (2024). Analisis kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam laras hukum pada Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(1), 69–82.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Padang Lawas. (2021). Kecamatan Ulu Barumun dalam angka 2021. Sibuhuan: BPS Kabupaten Padang Lawas.

Bugis, N. H. (2026). Mobile courts in marriage validation (itsbat nikah) cases and their contribution to access to justice at the Sungguminasa Religious Court. Maddika: Journal of Islamic Family Law, 7(1), 100–114.

Corder, S. P. (1967). The significance of learners’ errors. International Review of Applied Linguistics in Language Teaching, 5(4), 161–170.

Harahap, M. A. S., & Yazid, I. (2023). Fenomena peningkatan permohonan isbat nikah di Pengadilan Agama Sibuhuan tahun 2020–2021. ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.31289/arbiter.v5i1.1609

Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Indonesia. (2019a). Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.

Indonesia. (2019b). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah, dan Akta Kelahiran.

Mansari, Zainuddin, M., & Khairuddin. (2023). Status perkawinan akibat penolakan isbat nikah. Jurnal Yudisial, 16(1), 121–141. https://doi.org/10.29123/jy.v16i1.534

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Radbruch, G. (2006). Statutory lawlessness and supra-statutory law (1946) (B. L. Paulson & S. L. Paulson, Trans.). Oxford Journal of Legal Studies, 26(1), 1–11. https://doi.org/10.1093/ojls/gqi041

Syafira, F., et al. (2026). Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam penulisan artikel ilmiah mahasiswa. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2). https://doi.org/10.32938/jbi.v11i2.11015

Tarigan, H. G., & Tarigan, D. (1988). Pengajaran analisis kesalahan berbahasa. Bandung: Angkasa

Published

2026-11-07

How to Cite

Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Dalam Berkas Perkara Isbat Nikah Dan Dampak Hukumnya. (2026). Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Dan Hukum, 3(3), 54-59. https://doi.org/10.70134/pakehum.v3i3.2316

Similar Articles

1-10 of 44

You may also start an advanced similarity search for this article.