Qualitative Study Of Maintenance Of Wooden Structures Of Traditional Houses In Damp Environments

Authors

  • Dermawan Zebua Universitas Nias Author
  • Jun Fajar Krisman Giawa Universitas Nias Author

DOI:

https://doi.org/10.70134/ircee.v2i1.723

Keywords:

Wooden Maintenance, Traditional Houses, Humid Environment, Local Wisdom, Structural Conservation

Abstract

The maintenance of wooden structures in traditional houses located in humid environments poses significant challenges due to the high risk of damage caused by moisture, fungal growth, and termite infestation. This study employs a qualitative approach to explore community maintenance practices, the challenges encountered, and the role of local wisdom in sustaining wooden traditional houses. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation at several traditional house sites in humid climate regions. The findings reveal that traditional maintenance methods, such as the use of natural preservatives, replacement of damaged components, and ventilation management, are effective in extending the lifespan of wooden structures. However, limited knowledge and resources remain major obstacles to preservation efforts. The integration of traditional techniques with modern technologies is expected to enhance maintenance effectiveness. This research provides strategic recommendations for the sustainable preservation of traditional houses and serves as a reference for the development of cultural heritage conservation policies in humid regions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amir, L. (2017). Pengaruh iklim tropis terhadap kerusakan bahan bangunan kayu. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 9(1), 45–53.

Ardiansyah, R., & Lestari, S. (2020). Teknik pemeliharaan rumah adat berbahan kayu di daerah tropis. Jurnal Arsitektur Tradisional, 12(2), 85–97.

Basri, H., & Rini, M. (2018). Pemanfaatan minyak nabati sebagai pengawet kayu tradisional. Jurnal Hasil Hutan, 7(4), 95–103.

Cahyono, E., & Sukmawati, D. (2020). Revitalisasi pengetahuan teknik konstruksi rumah adat. Jurnal Pendidikan Budaya, 8(1), 22–31.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Darmawan, T. (2016). Pengaruh serangga perusak terhadap umur bangunan kayu di daerah tropis. Jurnal Entomologi Terapan, 5(2), 55–62.

Dewi, N. K. (2020). Pelestarian teknik konstruksi tradisional rumah adat melalui pendekatan pendidikan. Jurnal Budaya dan Pendidikan, 5(1), 45–56.

Elvira, S., & Putri, D. (2019). Penerapan metode tradisional dalam pemeliharaan rumah adat. Jurnal Konservasi Bangunan, 4(3), 75–82.

Fauzi, R., & Anggraini, S. (2021). Evaluasi efektivitas bahan pengawet kayu sintetis di lingkungan tropis lembab. Jurnal Material dan Lingkungan, 10(1), 40–49.

Fitrah, A., & Suryana, B. (2021). Dampak kelembapan terhadap kerusakan kayu pada bangunan tradisional. Jurnal Material dan Konservasi, 8(3), 120–131.

Gunawan, H. (2018). Teknik konstruksi sambungan kayu tanpa paku pada rumah adat. Jurnal Arsitektur Tradisional Indonesia, 7(2), 70–78.

Handayani, L., & Putro, A. (2017). Studi penggunaan ventilasi alami pada rumah adat daerah tropis. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan, 6(4), 88–95.

Iskandar, M., & Mahendra, D. (2018). Efektivitas pengawet alami pada kayu lokal sebagai alternatif ramah lingkungan. Jurnal Teknologi Hasil Hutan, 10(1), 34–42.

Kartika, E., & Ningsih, Y. (2019). Peran masyarakat dalam pelestarian rumah adat kayu. Jurnal Sosial Budaya, 10(3), 125–134.

Lestari, P., & Santoso, B. (2020). Penggunaan bahan alami sebagai pelindung kayu terhadap serangan rayap. Jurnal Hutan dan Konservasi, 12(1), 54–63.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Mulyani, R. (2017). Kajian kelembapan dan pengaruhnya terhadap struktur bangunan kayu. Jurnal Teknik dan Lingkungan, 8(2), 67–75.

Nurhadi, S., & Wibowo, A. (2018). Metode dokumentasi rumah adat dalam pelestarian budaya. Jurnal Arkeologi dan Budaya, 9(1), 33–41.

Oktaviani, D., & Rahmi, S. (2019). Pendekatan kualitatif dalam penelitian arsitektur tradisional. Jurnal Penelitian Sosial Budaya, 11(2), 90–98.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.

Prasetyo, E., & Yulianto, H. (2021). Pengaruh modernisasi terhadap praktik pemeliharaan rumah adat kayu. Jurnal Antropologi Indonesia, 13(3), 110–120.

Puspitasari, R., Nugroho, A., & Hartono, D. (2020). Penggunaan ekstrak tumbuhan sebagai pengawet kayu alternatif. Jurnal Bioteknologi dan Lingkungan, 6(2), 89–96.

Putra, A., & Wahyudi, S. (2019). Studi kerusakan kayu rumah adat di lingkungan tropis lembab. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 7(1), 23–30.

Rahman, F., Santoso, D., & Hadi, S. (2022). Pengaruh perubahan suhu dan kelembapan terhadap degradasi kayu. Jurnal Material Teknik, 11(4), 150–160.

Sari, D. P. (2021). Nilai budaya dalam pelestarian rumah adat: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Antropologi Budaya, 14(1), 55–68.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumarni, T. (2019). Strategi pelestarian rumah adat sebagai warisan budaya. Jurnal Warisan Budaya, 3(2), 40–49.

Wijayanti, S., & Pramudito, A. (2020). Material kayu dalam arsitektur tradisional Indonesia: Potensi dan tantangan. Jurnal Arsitektur Tropis, 9(1), 27–38.

Wulandari, F., & Nugroho, B. (2019). Kearifan lokal dalam konstruksi rumah adat berbahan kayu. Jurnal Arsitektur Nusantara, 6(3), 112–124.

Yuliani, R. (2021). Integrasi teknologi sensor kelembapan untuk pelestarian bangunan kayu tradisional. Jurnal Teknologi Bangunan, 15(2), 100–110.

Published

2025-04-30

Most read articles by the same author(s)